01 October 2018

Nao Robot: Robot Humanoid Yang Terkenal dan Dapat Diprogram


Hello selamat pagi, siang, dan sore (mualamm udah bobok, nggak sempet ucapin). Apa khabar temen semua!!! Sudah lama nggak nulis lagi, maklum lagi banyak bengong dan pikiran penuh kekosongan. Lagi mentok ide, kurang bersemangat deh tahun 2018 ini, yah tapi Saya coba sempatkan, mumpung lagi damai hati.

Oke, kali ini Saya membahas mengenai robot, sebelumnya Saya sudah pernah membuat artikel tentang salah satu bagian robot yaitu lengan robot, yang bisa kita kendalikan dengan 6 buah titik join memanfaatkan pengetahuan programming dan logika yang tepat. Tau nggak kalian, sebenarnya programming hanya bagian lengan robot itu saja lumayan loh aturan mainnya, belum lagi urusan rakit merakit harware untuk lengan tersebut, wuaaawww bener-bener menyita tenaga dan waktu. Namun, berkat doa dan semangat akhirnya lancar juga. Untuk kamu yang belum pernah melihat artikel tersebut kamu boleh mengunjungi artikel berikut: Percobaan Implementasi 6 Dof Robotic Arms (Lengan Robot).

Penampakan Nao di meja pribadi Saya

Sebenarnya Saya bermimpi melanjutkan semua organ-organ robot ini, mulai lengan, kaki, badan, hingga kepala. Tapi tau nggak? kayaknya belum mungkin untuk saat ini. Butuh waktu dan tenaga yang besar, apalagi biaya juga butuh dukungan juga untuk beli komponennya yang banyak serta mahal. Tau nggak temen-temen apa aja yang dibutuhkan untuk membangun sebuah robot:
  1. Kemampuan 3D untuk membuat desain cover robot mulai kepala, body, tangan, kaki;
  2. Mesin printer 3D buat nyetak hasil design 3D nya dan juga paham cara penggunaannya;
  3. Pengetahuan tentang ROS (Robot Operation System), ini optional sih, kalau levelnya udah ke arah yang lebih serius;
  4. Menguasai salah satu pemrograman untuk pembuatan robot, yang paling terkenal adalah bahasa C/C++;
  5. Mengenal komponen pembuatan robot, seperti mini komputer, servo, sensor-sensor paling penting yaitu IMU (Gyro, Accelerometer, Magnetometer, GPS), kelistrikan dan energi utamanya mau pakai apa bateraikah, bensinkah atau lainnya;
  6. Sudah paham tentang vision atau pengolahan citra digital, tanpa ini robot kamu akan buta walaupun ada tongkat pemandu seperti sensor ultrasonik dan kawan-kawannya;
  7. Dan yang paling penting adalah AI (Artificial intelligence), yang merupakan cara kita agar membuat robot bisa berfikir/bekerja mandiri tanpa remote kontrol.

Oke deh, Saya coba sisihkan tabungan Saya yang sudah puluhan tahun untuk beli komponen fdan perlengkapan, namun pas saat mau coba, semangat udah kendur. Maklumlah, Saya kan untuk research gak ada yang bayar, so, jadinya harus terbagi-bagi waktunya, belum lagi untuk keluarga. Dan pada akhirnya Saya bermimpi-mimpi terus pengen punya robot humanoid.

Selang beberapa waktu berjalan, Saya browsing-browsing dan akhirnya Saya menemukan sesuatu hal yang wuooowwww!!!. Satu kata yang Saya ucapkan, INI DIA ROBOT YANG AKU CARI!!!. Yess!!, Nao namanya, Saya hampir berbulan-bulan cari tau soal robot ini. Mulai dari harganya yang mahal (bisa mencapai 100juta!!), spartpart yang gak bakal ditemukan di negara kita, hingga software pendukungnya.

Nao adalah robot build up, yang artinya, semenjak robot dirakit sampai kamu terima paket maka kamu tidak bisa ngembangin robot ke arah yang lain, karena semuanya adalah bentukan dari pabrikan atau vendor yang bernama Aldebaran (sekarang diakuisisi Softbank Robotics), bahkan jika ada komponen yang rusak, maka kamu harus kirim tuh robot ke pabrik asalnya untuk diperbaiki.

Tapi karena tujuan awal Saya untuk belajar, maka robot ini Saya beli tujuannya untuk mengetahui teknologi apa saja yang digunakan oleh ronbot Nao ini. Memang di internet manual nya bertebaran dan bisa dibaca-baca. Namun tampa memiliki robotnya langsung, kita akan kesulitan merasakan efek dari teknologi yang digunakan semisalnya sensor-sensor yang digunakan tersebut.

Saat menerima robot Nao ini, sempet terkecoh sih. Dulunya Saya kira robot ini sudah bisa bicara atau berinteraksi dengan manusia melihat dari iklan-iklan di Internet terutama Youtube. Namun ternyata, robot ini adalah robot dalam keadaan kosong dan untuk membuatnya berfungsi maka kita harus memprogramnya lagi!!!!! agrrrggrgggghhhh!!

Eitssss, sempet down sih, untungnya memprogram robot Nao ini nggak sulit kok, sudah banyak action-action instant untuk robot yang bisa digabungkan diprogram kita misalkan mengedipkan mata, mengucapkan sesuatu dengan berbagai bahasa, berbagai pose menarik misalkan duduk, berdiri, jongkok dan lainnya. Jadi gampang-gampang susahlah.

Ada 2 pilihan bahasa untuk memprogram pada robot Nao ini, yaitu bahasa C dan Phyton. Saya memilih bahasa Phyton karena terbilang cukup mudah, walaupun terkadang Saya menggunakan bahasa C untuk action-action tertentu.

Robot Nao ini juga memiliki API yang bisa diimplementasikan ke berbagai platform misalkan android. Nah, Saya juga telah membuat remote control menggunakan Android untuk mengontrol robot Nao ini.

Intinya emang membangun robot butuh perjuangan, dana, waktu, usaha, dan kerja keras. Saya masih separuhnya, mungkin temen-temen lebih hebat lagi. Semangat!!!

No comments:

Post a Comment